Rabu, 08 Agustus 2012





BUPATI SERUYAN
KEPUTUSAN BUPATI SERUYAN
NOMOR :     /        /SERUYAN/2012
T E N T A N G

PENERIMA PENYEDIAAN BIBIT SAPI, KAMBING DAN BABI DALAM RANGKA PENGENTASAN KEMISKINAN DI KABUPATEN SERUYAN TAHUN ANGGARAN 2012-2013

BUPATI SERUYAN

Menimbang                      : a.    bahwa salah satu kebijakan yang diimplementasikan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia untuk Kabupaten Seruyan pada Tahun Anggaran 2012-2013  yaitu bantuan berupa penyediaan bibit sapi, kambing dan babi sejumlah 600 (enam ratus) ekor;

b.       bahwa bantuan tersebut akan dialokasikan untuk kelompok tani ternak di Wilayah Kabupaten Seruyan dalam rangka memberikan nilai tambah bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat serta sebagai upaya dalam mendukung Program Pengentasan Kemiskinan di Kabupaten Seruyan;

Mengingat                        :  1.   Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaga Negara RI. No. 47 Tahun 2003, Tambahan Lembaran Negara RI. No. 4286);

2.       Undang-UndangNomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaga Negara RI. No. 5 Tahun 2004, Tambahan Lembaran Negara RI. No. 4355);

3.       Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, sebagaimana telah beberapa kali perubahan, terakhir di ubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008;

4.       Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2010 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan;

5.       Peraturan Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Nomor 001/KEP/M-PDT/II/2005 tentang Strategi Nasional Pembangunan Daerah Tertinggal;
6.       Peraturan Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Nomor 07/PER/M-PDT/III/2007 tentang Perubahan Keputusan Mentri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Nomor 001/M-PDT/II/2005 tentang Strategi Nasional Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal;


MEMUTUSKAN

Menetapkan






KESATU



KEDUA



KETIGA
:






:



:



:
KEPUTUSAN BUPATI SERUYAN TENTANG PENERIMA PENYEDIAAN BIBIT SAPI,   KAMBING DAN BABI DALAM RANGKA PENGENTASAN KEMISKINAN DI KABUPATEN SERUYAN TAHUN ANGGARAN 2012-2013



Penerima Penyediaan Bibit Sapi, Kambing dan Babi Dalam rangka Pengentasan Kemiskinan di Kabupaten Seruyan Tahun Anggaran 2012-2013, sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini;

Segala biaya yang timbul akibat ditetapkan keputusan ini, dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal Tahun Anggaran 2012-2013;

Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.





  Ditetapkan di     :  Kuala Pembuang
  Pada Tanggal    :                           2012

BUPATI SERUYAN


H.M DARWAN ALI



LAMPIRAN :
KEPUTUSAN BUPATI SERUYAN

NOMOR
TANGGAL
TENTANG
:
:
:
      /           /SERUYAN/2012
                                        2012
PENERIMA BANTUAN PENYEDIAAN BIBIT SAPI,   KAMBING DAN BABI DALAM RANGKA PENGENTASAN KEMISKINAN DI KABUPATEN SERUYAN TAHUN ANGGARAN 2012-2013.

No.
Lokasi
PENERIMA
Kabupaten
Kecamatan
Desa
Kelompok Tani
Ketua
1
2
3
4
5
6
1
Seruyan




2
Seruyan




3
Seruyan




4
Seruyan




5
Seruyan




6
Seruyan




7
Seruyan




8
Seruyan




9
Seruyan




10
Seruyan




11
Seruyan




12
Seruyan




13
Seruyan




14
Seruyan




15
Seruyan




16
Seruyan




17
Seruyan




18
Seruyan




19
Seruyan




20
Seruyan




21
Seruyan




22
Seruyan




23
Seruyan




24
Seruyan




25
Seruyan




26
Seruyan




27
Seruyan







                    BUPATI SERUYAN



                    H.M DARWAN ALI




BUPATI SERUYAN
KEPUTUSAN BUPATI SERUYAN
NOMOR :     /        /SERUYAN/2012
T E N T A N G

TIM PENDAMPING / PENGENDALI PELAKSANAAN PEKERJAAN PENYEDIAAN BIBIT SAPI, KAMBING DAN BABI DALAM RANGKA PENGENTASAN KEMISKINAN DI KABUPATEN SERUYAN TAHUN ANGGARAN 2012-2013

BUPATI SERUYAN

Menimbang                      : a.    bahwa dalam rangka evaluasi, monitoring, pembinaan dan pengendalian pelaksanaan pekerjaan penyediaan bibit  sapi, kambing dan babi sejumlah 600 (enam ratus) ekor dari Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal  untuk Kabupaten Seruyan, perlu menetapkan Tim Pendamping/Pengendali pada kegiatan dimaksud;

b.       bahwa untuk memperlancar pelaksanaan kegiatan sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu ditetapkan Keputusan Bupati Seruyan tentang Tim Pendamping/Pengendali Pelaksanaan Pekerjaan Penyediaan Bibit Sapi, Kambing dan Babi  Dalam Rangka Pengentasan Kemiskinan di Kabupaten Seruyan Tahun Anggaran 2012-2013;

Mengingat                        :  1.   Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaga Negara RI. No. 47 Tahun 2003, Tambahan Lembaran Negara RI. No. 4286);

2.       Undang-UndangNomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaga Negara RI. No. 5 Tahun 2004, Tambahan Lembaran Negara RI. No. 4355);

3.       Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, sebagaimana telah beberapa kali perubahan, terakhir di ubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008;

4.       Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2010 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan;

5.       Peraturan Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Nomor 001/KEP/M-PDT/II/2005 tentang Strategi Nasional Pembangunan Daerah Tertinggal;


6.       Peraturan Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Nomor 07/PER/M-PDT/III/2007 tentang Perubahan Keputusan Mentri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Nomor 001/M-PDT/II/2005 tentang Strategi Nasional Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal;



MEMUTUSKAN

Menetapkan





KESATU




KEDUA





KETIGA


KEEMPAT



KELIMA
:





:




:





:


:



:
KEPUTUSAN BUPATI SERUYAN TENTANG PENERIMA TIM PENDAMPING/PENGENDALI PELAKSANAAN PEKERJAAN  PENYEDIAAN BIBIT SAPI,   KAMBING DAN BABI DALAM RANGKA PENGENTASAN KEMISKINAN DI KABUPATEN SERUYAN TAHUN ANGGARAN 2012-2013

Tim Pendamping/Pengendali Pelaksana Pekerjaan Penyediaan Bibit Sapi, Kambing dan Babi Dalam rangka Pengentasan Kemiskinan di Kabupaten Seruyan Tahun Anggaran 2012-2013 dengan susunan keanggotaan sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini;

Tugas dan kewajiban tim pendamping/pengendali adalah melakukan pembinaan, monitoring, evaluasi dan pengendalian serta membuat laporan pelaksanaan di lapangan berkenaan dengan Penyediaan Bibit Sapi, Kambing dan Babi Dalam rangka Pengentasan Kemiskinan di Kabupaten Seruyan Tahun Anggaran 2012-2013  ;

Tim Pendamping/Pengendali dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Bupati Seruyan;

Segala biaya yang timbul akibat ditetapkan keputusan ini, dibebankan pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal Tahun Anggaran 2012;

Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.



  Ditetapkan di     :  Kuala Pembuang
  Pada Tanggal    :                           2012

BUPATI SERUYAN



H.M DARWAN ALI



LAMPIRAN :
KEPUTUSAN BUPATI SERUYAN

NOMOR
TANGGAL
TENTANG
:
:
:
      /           /SERUYAN/2012
                                        2012
TIM PENDAMPING/PENGENDALI PELAKSANAAN PEKERJAAN  PENYEDIAAN BIBIT SAPI,   KAMBING DAN BABI DALAM RANGKA PENGENTASAN KEMISKINAN DI KABUPATEN SERUYAN TAHUN ANGGARAN 2012-2013.

NO
NAMA
JABATAN
JABATAN DALAM TIM
1.


Ketua
2.


Sekretaris
3.


Anggota
4.


Anggota
5.


Anggota
6.


Anggota




Kamis, 12 Juli 2012


When Dusk Early Arrival of RamadanBoy, look to the westDash of orange mega has welcomed our days.The days that will lead us to embrace God's loveThe days that make everyone happyThe days of the fraternal glueBetween the rich and the poorBetween the poor and the dispossessed.
Son,Orange before it disappearedBefore the night was illuminated bow-bow weLet us give thanks to HimSince we met again by day-to-day was full of grace and forgiveness.The days of good deeds doubledThe days of forgiveness in the shed of the endless sky, the day and night.
Son,This is the moment we've been waiting,When spread kindness and compassion more than usual days.When we ask kindness to ourselves and to others that we care about.
Son,Currently bedridden grandmother, pray for healing in sholatmu later and added his patience.Also pray for your father to remain strong helm of our boat house,To stay istiqomah seek sustenance is halal, it plunged into the valley of forbidden treasures which make our families who cry endlessly for that sin.Pray that your mother also grew strongly in helping the patient and his father, the love you and your sisters. Ask God to stand tall to face your mother under any circumstances, because the temptations of the world is so strong and powerful, so as to drown our patience.Also pray for friends who may be currently suffering, either by disease, poverty or misfortune that befell their family. Pray for them to keep smiling despite the sore and painful haunt their steps.Pray also friends of the are, I hope his family remain blessed so that they can help our poor brothers.Pray for the family anyway we can get these days with prayer and thanksgiving to Him. Remain consistent in order muroqobatullah, get closer to him, for he is the owner of this universe.
Son,Before we enter the holy nan.Let us purify our intentions and ourselves,Please pardon the creatorWe are sorry to friends and relativesI hope the steps we as a minor-apology apology.Son,After dusk later,Let us try ourselves menghisabStraighten out the intent and heart of this setBy reducing the laughter and jokes that can cover the heartReplace it with tears and hope may be forgivenThe sins that ever happenedMay Allah be pleased with every effort that we do.Let my son,We welcome the evening, with a pious smile and hope ..
Marhaban ya Ramadhan ...

Rabu, 13 Juni 2012


Novel yang berjudul “Di bawah Lindungan Ka’bah” karya Hamka ini menceritakan tentang kisah cinta yang tak sampai antara Hamid dan Zainab, yang mereka bawa sampai liang lahat.
Awal cerita dimulai dari keberangkatan “Aku” ke Mekah guna memenuhi rukun Islam yang ke-5 yaitu menunaikan ibadah haji. Alangkah besar hati “Aku” ketika melihat Ka’bah dan Menara Masjidil Haram yang tujuh itu, yang mana sudah menjadi kenang-kenanganku. “Aku” menginap di rumah seorang syekh yang pekerjaan dan pencaariannya semata-mata memberi tumpangan bagi orang haji. Di sinilah “Aku” bertemu dan mendapat seorang sahabat yangmulia dan patut dicontoh yang bernama Hamid. Hidupnya amat sederhana,tiada lalai dari beribadat,tiada suka membuang-buang waktu kepada yang tiada berfaedah, lagi amat suka memperhatikan kehidupan orang-orang yang suci, ahli tasawuf yang tinggi. Bila “Aku” terlanjur membicarakan dunia dan hal ihwalnya, dengan amat halus dan tiada terasa pembicaraan itu telah dibelokkannya kepada kehalusan budi pekerti dan ketinggian kesopanan agama.
Baru dua bulan saja, pergaulan kami yang baik itu tiba-tiba telah terusik dengan kedatangan seorang teman baru dari Padang, yang rupanya mereka adalah teman lama. Ia bernama Saleh, menurut kabar ia hannya tinggal dua atau tiga hari di Mekah sebelum naik haji, ia akan pergi ke Madinah dulu dua tiga hari pula sebelum jemaah haji ke Arafah. Setelah itu ia akan meneruskan perjalanannya ke Mesir guna meneruskan studinya. Namun kedatangan sahabat baru itu, mengubah keadaan dan sifat-sifat Hamid.
Belakangan Hamid lebih banyak duduk termenung dan berdiam seorang diri, seakan-akan “Aku” dianggap tidak ada dan idak diperdulikannya lagi. Karena merasa tidak nyaman, maka “Aku” memberanikan diri mendekati dan bertanya kepadanya, kabar apakah gerangan yang dibawa sahabat baru itu sehingga membuatnya murung. Ia termenung kira-kira dua tiga menit,setelah itu ia memandangku dan berkata bahwa itu sebuah rahasia. Namun setelah dibujuk agak lama, barulah ia mau berbagi kedukaannya kepadaku. Dan ternyata rahasia yang ia katakan ialah tentang masa lalu dan kisah cintanya dimasa itu. Saleh mengabarkan kalau dia sudah menikah dengan Rosna yang kebetulan teman sekolahnya dan sahabat Zainab juga.
Suatu ketika Rosna bertandang ke rumah Zainab, yang mana Zainab itu adalah orang yang Hamid kasihi selama ini, namun ia tiada berani untuk memberitahukan perasaannya itu kepada Zainab,mengingat jasa-jasa orang tua Zainab kepada Hamid dan ibunya selama ini. Apalagi saat itu ibunya Zainab pernah meminta Hamid untuk membujuk Zainab supaya mau dinikahkan dengan kemenakan ayahnya. Padahal waktu itu Hamid berniat unuk memberi tahukan tentang perasaannya yang selama itu dia simpan kepada Zainab,namun niatnya itu diurungkannya.
Betapa terkejutnya Hamid ketika ia dimintai tolong untuk membujuk Zainab supaya mau dinikahkan dengan orang yang sama sekali belum ia kenal. Hamid gagal membujuk Zainab, karena Zainab menolak untuk dinikahkan. Hamid pulang dengan perasaan yang kacau balau, sejak saat itu Hanid memutuskan untuk merantau, sebelum pergi ia menulis surat untuk Zainab. Setelah itu mereka tiada berhubungan lagi, dan sampai sekarang pun ia masih menyimpan perasaanya itu. Dan kedatangan Saleh kemarin memberitahukan bahwa ternyata Zainab pun menyimpan perasaan yang sama, perasaan yang selama ini disimpan oleh Hamid. Saleh memberitahukan bahwa kesehatan Zainab memburuk dan ia ingin sekali tahu bagaimana kabar Hamid.
Setelah Zainab mendengar keberadaan Hamid di Mekah, Ia pun mengirim surat kepada Hamid sebagai balasan surat Hamid yang dulu. Seminggu setelah itu, Zainab pun menghembuskan nafasnya. Hamid tidak mengetahui kematian Zainab karena pada saat itu iapun sedang sakit, sehingga temannya tidak tega untuk memberitahukan kabar tersebut. Ketika Hamid sedang melaksanakan tawaf dan mencium hajar aswad ia berdoa dan menghembuskan nafas terakhirnya.
KUTIPAN
  • Salinan surat Zainab
Abangku hamid!
Baru sekarang adinda beroleh berita di mana Abang sekrang. Telah hampir dua tahun hilang saja dari mata,laksana seekor burung yang terlepas dsri sangkarnya sepeniggal yang empunya pergi. Kadang-kadang adinda sesali diri sendir, agaknya adinda telah bersalh besar, sehingga Kakanda pergi dengan tak memberi tahu lebjh dahulu.
Sayang sekali, pertanyaan Abang belumdapat adinda jawab dan Abang telah hilang sebelum mulutku sanggup nenyusunperkataan pnjawabnya. Kemudian itu Abang perintahkan adinda menurut perintah orang tua, tetapi adinda syak wasangsa melihat sikap Abang yang gugup ketika menjatuhkan perintah itu.
Wahai Abang …pertalian kita diikatkan oleh beberapa macam tanda tanya dan teka-teki, sebelum terjawab semuanya, kakanda pun pergi!
Adinda senantias tiada putus pengharaan, adinda tunggu kabar berita. Di balik tiap-tiap kalimat dari suratmu, Abang! … surat yang terkirim dari Medan, ketika Abang akan berlayar jauh, telah adinda periksa dan dinda selidiki; banyak sangat surat itu berisi bayangan, di balik yang tersurat ada yang tersirat. Adinda hendak membalas, tetapi ke tanah manakah surat itu hendak dinda kirimkan, Abang hilangtak tentu rimbanya!
Hanya pada bulan purnama di malam hari dinda bisikkan dan pesankan kerinduan adinda hendak bertemu. Tetapi bulan itu tak tetap datang; pada malam yang berikutnya dan seterusnya ia kian surut …
Hanya kepada angin petang yang berhembus di ranting-ranting kayu didekat rumahku, hanya kepadanya aku bisikkan menyuruh supaya ditolongnya memeliharakan Abangku yang berjalan jauh, entah di darat enah di laut, entah sengsara kehausan …
Hanya kepada surat Abang itu, surat yang hanya sekali itu dinda terima selam hidup, adinda tumpahkan air mata,karena hanya menumahkan air mata itulah kepandaian yang paling penghabisan bagi orang perempuan. Tetapi surat itu bisu, meskipun ia telah lapuk dalam lipatan dantelah layu karena kerap dibaca, rahasia itu idak juga dapt dibukanya.
Sekarang Abang, badan adinda sakit-sakit, ajal entah berlaku pagi hari, entah besok sore, gerak Allah siapa tahu. Besarlah pengharapan bertemu …
Dan jika Abang terlambat pulang, agaknya bekas tanah penggalian,bekas air penalakin dan jejak mejan yang dua, hanyayang akan Abang dapati.
Adikmu yang tulus,
Zainab
  • Do’a Hamid ketika tawaf:
“Ya Rabbi, Ya Tuhanku, Yang Maha Pengasihdan Penyayang! Bahwasanya, di bawah lindungan Ka’bah, Rumah Engkau yang suci dan terpilih ini, sayamenadahkan tangan memohon karunia.
Kepada siapakah saya akan pergi memohon ampun, kalau bukan kepada Engkau, ya Tuhan!
Tidak ada seutas tali pun tmpat saya bergantung lain dripada tali Engkau; tidak ada satu pintu yang akan saa ketuk, lain daripada pintu Engkau.
Berilah kelapangan jalan buat saya, hendak pulang khadirat Engkau, saya hendak menuruti orang-orang yang bertali hidupnya denganhidaup saya.
“Ya Rabbi, Engkaulah Yang Mahakuasa, kepada Engkaulah kami sekalianakan kembali …”
Setelah itu suaranya tiada kedengaran lagi; di mukanya terbayang, suatu chaya yang jernih dan damai, cahaya keridaan illahi.
Di bawah bibirnya terbayang suatu senyumandan … sampailah waktunya. Lepasia dari tanggapan dunia yang mahaberat ini, dengan keizinan Tuhannya. Di bawah lindungan Ka’bah







KEBERSAMAAN DISUNGAI BAKAU