Sabtu, 03 Maret 2012

BULETIN AI (AVIAN INFLUENZA) & RABIES (ANJING GILA)


BULETIN PETERNAKAN
FLU BURUNG (Avian Influenza)

                 Avian Influenza adalah penyakit pada unggas yang berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor ; 96/Kpts/PD.620/22004 dinyatakan bahwa kasus di Indonesia disebabkan oleh virus avian influenza (AI) bersifat zoo nosis dan dapat menyebabkan Penyakit Flu Burung pada manusia.

                 Penyakit AI ini bersifat sangat menular dan menimbulkan kematian yang sangat tinggi (hampir 90%) pada beberapa peternakan unggas sehingga menyebabkan kerugian yang sangat besar. AI masuk dalam list-A Badan Kesehatan Dunia (OIE).

                  Virus Avian Influenza (AI) subtype H5 dan H7 pertama kali dapat diisolasikan dari burung yang hidup bebas di Eropa dan sekitarnya. Wabah AI telah dilaporkan terjadi Pennsylvania, USA, pada tahun 1983-1984, Wabah selanjutnya terjadi di Australia, Pakistan dan mexico.

Kemudian sejak akhir tahun 2003 wabah AI telah menjadi pandemic di Asia, meliputi Korea Selatan, Jepang, Vietnam, Thailand, Kamboja, Hongkong, Laos, RRC dan Pakistan termasuk Indonesia.
Di Kalimantan Tengah khususnya Avian Influenza pada unggas pernah terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur pada tahun 2003-2004 dan di Kabupaten Kotawaringin Barat tahun 2007. Meskipun demikian, tidak ditemukan penularan Flu Burung pada manusia.

Ancamana penyebaran virus Avian Influenza atau flu burung (H5N1) di Kabupaten Seruyan belum reda. Virus mematikan terhadap unggas dan manusia itu masih mengancam karena beberapa kabupaten di Kalteng dinyatakan belum bebas flu burung.
Seperti kita ketahui bersama bahwa isu strategis yang berkembang pada saat ini adalah merebaknya serangan virus H5N1 (flu burung) di beberapa daerah di Kalimantan Tengah, termasuk daerah kita Kabupaten Seruyan,beberapa waktu lalu diwilayah Kecamatan Seruyan Tengah yang telah terindikasi positif terserang virus flu burung, hal ini sangat meresahkan masyarakat sekitarnya.Untuk mengantipasi menyebarnya virus flu burung ke daerah-daerah lainnya Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Seruyan mengambil sikap dan langkah-langkah yang tepat untuk itu.
1.   Melakukan pengecekan lalu lintas ayam dari dan keluar Kabupaten Seruyan.
2.   Memberikan penyuluhan dan sosialisasi oleh Dinas Kesehatan dan Dinas pertanian dan Peternakan.
3.   Membentuk Asosiasi Peternaknya.

A.     Penyebab
Virus Avian Influenza tipe A
Virus AI tipe A sub tipe H5N1
Karakteristik virus:
1.     Matipadapemanasan 56°C selama 3 jam 60°C selama 30 menitdanpenggunaandesinfektan
2.     Hiduppadasuhurendah
3.     Dalam air dengansuhu 22°C virus dapathidupselama 4 harisedangkandalam air esdengansuhu 0°C bertahanlebihdari 30 hari
4.     Penyakit yang disebabkan virus inibelumadaobatnyahanyadapatdilakukanpencegahanmelaluivaksinasiterhadapayam yang sehat

B.    PENULARAN
1.     Udarayaitudarikotoran yang sudah mongering danterbawaangin
2.     Kontaklangsungdenganayam yang sakitdaningusunggas
3.     Mengkonsumsidagingayambiladimasaksecaratidaksempurna
4.     Pakanternak
HewanRentan: Ayamras, Kalkun, Babi, Kudadanmanusia.
Kelompokberesiko:
1.     Pekerja di peternakan
2.     Pekerja di rumah pemotongan hewan
3.     Pengepul dan pedagang unggas
4.     Masyarakat yang tinggal disekitar Peternakan ayam rumah pemotongan unggasdan pasar unggas

C.    GEJALA KELINIS
a.     Ayam yang tertular virus AI sebelum mati:
1.     Jengger muka  danlehe rbengkak serta cyanosis
2.     Bercak-bercak kemerahan pada kaki dan telapak kaki akibat nekrose
3.     Dari hidungdanmulutkeluar lender
4.     Pneuomonia
5.     Diare berwarna kehijauan
6.     Depres idan tidak mau makan
7.     Untuk ayam petelur keraban gtelur lembek
8.     Ayam akan mati dalam tempo 1 hari
b.     Ayam yang tertular virus AI setelah mati:
1.     Dibawah kulit pada bagian kaki yang tidak berbulu tampak bercak-bercak merah
2.     Daging dada paha dan lapisan lemak diseluruh tubuh  ada bintik-bintik merah
3.     Daging dada mengalami pendarahan

D.    PENCEGAHAN
a.     Pada usaha peternakan yang belum tertular
1.     Desinfektan kandang, liter selalu kering, ventilasi cukup dan sinar matahari bias masuk
2.     Pembelian bibit ayam harus berasal dari peternakan yang bebas penyakit tersebut.
3.     Penggunaan alat yang tidak terkontaminasi
4.     Sediakan dipping desinfektan pintu masuk
5.     Program vaksinasi AI secara teratur
b.     Pada usaha peternakan yang telah tertular
1.     Melaporkan setiap kejadian penyakit unggas menula rkepada dinas yang berwenang
2.     Tida memperdagangkan ayam sakit atau berasal dari peternakan yang tertular
3.     Melakukan pemusnahan ayam sakit dan mati dengan cara pembakaran dan penguburan
4. Melakukan tindakan sanitasi desinfektan terhadap kandang dan fasilitas peternakan lainnya dengan menggunakan ammonium kuartener formalin 5%
5.     Kotoran unggas tidak boleh dikeluarkan
6.     Bersifatkooperatif terhadap petugas

E.     SARAN
Menjaga kebersihan lingkungan kandang dan kebersihan individu/pekerja kandang
1.     Segera mencuci tangan setelah melakukan kontak menggunakan bahan desinfektan
2.     Para pekerja sebaiknya menggunakan alat pelindung yaitu masker N29, sepatukhusus, kacamata pelindung, sarung tangan disposable dan baju pelindung.
3.     Daging ayam yang dimasak pada pada suhu 80°C selama 1 menit sedangkan telur unggas perlu dipanaskan padasuhu 64°C selama 5 menit sebelum dikonsumsi
4.     Sebaiknnya ayam yang terinfeksi dan mati supaya di bakar di dalam kandang dan dikubur (jangan dibuang diluar kandang)
5.     Melapor kepada petugas yang terkait apabila dijumpai ternak yang diduga terjangkit penyakit flu burung.

Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) kabupaten Seruyan belum melonggarkan kewaspadaan dan tetap melakukan pengawasan terhadap ayam dari luar daerah. “kita tetap waspada sampai benar-benar aman, karena setatus Kobar (Kotawaringinj Barat) belum reda, terus ada juga di pulang pisau dan kapuas, sehingga kewaspadaan masih tetap ada dan masih berlangsung.Ibu ayu menegaskan pihaknya juga terus menghimbau kepada para peternak unggas di Kabupaten Seruyan agar tetap waspada. Selain itu Distanak juga telah membagikan disinfektan kepada para peternak unggas sejak virus ini mengancam.
Dengan memberikan penyuluhan yang bersifat menghimbau kepada masyarakat diyakini  akan mampu mengantisifasi terjangkitnya virus flu burung. 




BULETIN PETERNAKAN
ANJING GILA (Rabies)

Kasus rabies di Indonesia pertama kali dilaporkan oleh Esser pada tahun 1884 pada seekor kerbau, kemudian oleh Pening tahun 1889 pada seekor anjing dan Eilerls de Zhaan pada tahun 1894 pada manusia. Semua kasus ini terjadi di Cerebon provinsi Jawa Barat dan setelah itu menyebar ke daerah lain di Indonesia.

Kasus gigitan hewan penular rabies di Indonesia rata-rata tiap tahun berkisar 14.000 orang, antara 50 – 60% mendapat Vaksin Anti Rabies (VAR), selama 3 tahun terakhir (2005-2007) tercatat penderita rabies (meninggal) sebanyak 258 orang. Penyakit anjing gila (rabies) adalah suatu penyakit menular yang akut, menyerang susunan saraf pusat, disebabkan virus rabies jenis Rabdho virus yang dapat menyerang semua hewan berdarah panas dan manusia. Penyakit ini sangat ditakuti dan mengganggu ketentraman hidup manusia, karena apabila sekali gejala klinis penyakit rabies timbul maka biasanya diakhiri dengan kematian.

A.   CARA PENULARAN
Virus Rabies selain terdapat disusunan saraf pusat, juga terdapat di air liur hewan yang terkena rabies. Oleh sebab itu penularan rabies pada manusia atau hewan melalui gigitan. Gejala-gejala rabies pada hewan timbul kurang lebih 2 minggu (10 hari – 8 minggu). Sedangkan pada manusia 2-3 minggu sampai 1 tahun. Masa tunas ini dapat lebih cepat atau lebih lama tergantung pada:


1.      Dalam dan parahnya luka bekas gigitan
2.      Lokasi luka gigitan
3.      Banyaknya syaraf disekitar luka gigitan
4.      Pathogenitas dan jumlah virus yang masuk melalui gigitan
5.      Jumlah luka gigitan

B.   HEWAN-HEWAN YANG BIASA MENYEBARKAN PENYAKIT RABIES DI INDONESIA

1.     Hewan kesayangan (Anjing, Kucing dan Kera)
2.     Binatang buas (Sigung, Rakun, Rubah dan kelelawar)

C.   TANDA-TANDA PENYAKIT RABIES PADA HEWAN
Gejala penyakit dikenal dalam 3 bentuk:

1.     Bentuk ganas (Furious rabies)
Masa eksitasi panjang, kebanyakan akan mati dalam 2 – 5 hari setelah tanda-tanda terlihat.
Tanda-tanda yang sering terlihat:
·       Hewan menjadi penakut atau menjadi galak
·       Senang bersembunyi di tempat-tempat yang dingin, gelap dan menyendiri tetapi dapat menjadi agresif
·       Tidak menurut perintah majikannya
·       Nafsu makan hilang
·       Air liur meleleh tak terkendali
·       Hewan akan menyerang benda yang ada disekitarnya dan memakan barang, benda-benda asing seperti batu, kayu dsb
·       Menyerang dan menggigit barang bergerak apa saja yang dijumpai
·       Ekor diantara 2 (dua) paha

2.     Bentuk diam (Dumb Rabies)
Masa eksitasi pendek, paralisa cepat terjadi.
Tanda-tanda yang sering terlihat:
·       Bersembunyi di tempat yang gelap dan sejuk
·       Kejang-kejang berlangsung sangat singkat, bahkan sering tidak terlihat
·       Lumpuh, tidak dapat menelan, mulut terbuka
·       Air liur keluar terus menerus (berlebihan)
·       Mati

3.     Bentuk Asystomatis
·       Hewan tidak menunjukkan gejala sakit.
·       Hewan tiba-tiba mati.

D.   TANDA-TANDA PENYAKIT ANJING GILA PADA MANUSIA

1.     Pada manusia yang penting diperhatikan adalah riwayat gigitan dari hewan seperti anjing, kucing dan kera.
2.     Dilanjutkan dengan gejala-gejala nafsu makan hilang, sakit kepala, tidak bisa tidur, demam tinggi, mual atau muntah-muntah.
3.     Adanya rasa panas (nyeri) pada tempat gigitan dan menjadi gugup.
4.     Takut dengan air, suara keras, cahaya dan angin.
5.     Air liur dan air mata keluar berlebihan.
6.     Kejang-kejang disusul dengan kelumpuhan.
7.     Biasanya penderita akan meninggal 4-6 hari setelah gejala klinis atau tanda-tanda penyakit pertama timbul.

E.   LANGKAH YANG PERLU DIKERJAKAN APABILA DIGIGIT ANJING
Apabila seseorang digigit hewan yang tersangka rabies, naka tindakan yang harus diambil adalah:

1.     Mencuci luka gigitan dengan sabun atau dengan deterjen selama 5-10 menit dibawah air mengalir/diguyur. Kemudian luka diberi alkohol 70% atau Yodium tincture. Setelah itu pergi secepatnya ke Puskesmas atau Dokter yang terdekat untuk mendapatkan pengobatan sementara sambil menunggu hasil dari rumah observasi hewan.
2.     Kejang otot tenggorokan dan pita suara bisa menyebabkan rasa sakit luar biasa. Kejang ini terjadi akibat adanya gangguan daerah otak yang mengatur proses menelan dan pernafasan. Angin sepoi-sepoi dan mencoba untuk minum air bisa menyebabkan kekejangan ini. Oleh karena itu penderita rabies tidak dapat minum. Karena hal inilah, maka penyakit ini kadang-kadang juga disebut hidrofobia (takut air).
3.     Laporkan kepada petugas Dinas Peternakan setempat tentang kasus penggigitan tersebut.
4.     Hewan yang menggigit dikirim ke rumah observasi hewan Dinas peternakan untuk diobservasi dan diperiksa kesehatannya selama 10 hingga 14 hari.
5.     Bila hewan yang menggigit tidak diketahui atau tidak dapat ditemukan, maka orang yang tergigit harus dibawa ke rumah sakit khusus infeksi

F.   JIKA SESEORANG DIGIGIT HEWAN, HEWAN YANG MENGGIGIT HARUS DIAWAS

1.     Immunofluoresensi (tes antibodi fluoresensi) yang dilakukan terhadap hewan tersebut bisa menunjukkan bahwa hewan tersebut menderita rabies.
2.     Biopsi kulit, dimana kulit leher diambil untuk diiperiksa dibawah mikroskop, biasanya dapat menunjukkan adanya virus.
G.   YANG PERLU KITA KERJAKAN AGARA HEWAN KESAYANGAN KITA (anjing, kucing, kera) TIDAK TERJANGKIT ANJING GILA
1.     Memelihara hewan piaraan dengan baik.
2.     Membawa hewan ke dokter hewan praktek, untuk mendapatkan vaksinasi anti rabies secara teratur 1-2 kali setahun tergantung jenis vaksin yang digunakan.
3.     Setelah hewan tersebut divaksin, mintalah surat keterangan vaksinasi.
4.     Anjing, kucing, kera peliharaan sebaiknya jangan dilepas keluar pekarangan.

H.   LANGKAH-LANGKAH UNTUK MENCEGAH RABIES BISA DIAMBIL SEBELUM TERJANGKIT VIEUS ATAU SEGERA SETELAH TERJANGKIT
Vaksinasi bisa diberikan kepada orang-orang yang beresiko tinggi terhadap terjangkitnya virus, yaitu
·         Dokter hewan.
·         Petugas laboratorium yang menangani hewan-hewan yang terinfeksi.
·         Orang-orang yang menetap atau tinggal lebih dari 30 hari di daerah di mana rabies pada anjing banyak ditemukan.
·         Para penjelajah gua kelelawar.
Pemberian vaksin anti rabies (VAR) atau VAR disertai dengan serum anti rabies (SAR) harus didasarkan atas tindakan tajam dengan mempertimbangkan hasil-hasil penemuan di bawah ini:
1.     Anamnesis:
-       Kontak/jilatan/gigitan.
-       Kejadian di daerah tertular/terancam/bebas.
-       Didahului tindakan provokatif/tidak.
-       Hewan yang menggigit menunjukkan gejala rabies.
-       Hewan yang menggigit mati, tapi masih diragukan menderita rabies.
-       Penderita luka gigitan pernah di VAR, kapan?
-       Hewam yang menggigit pernah di VAR, kapan?

BY: HALIMATUSSAADIYAH SOEDJAK

Jumat, 06 Januari 2012

ROMEO + JULIET




SINOPSIS
Di Verona, Italia, dua keluarga kuat yang Montagues dan Capulets telah bermusuhan satu sama lain selama bertahun-tahun. Tua Capulet, ayah Juliet, melempar pesta yang ia mengundang semua teman-temannya. Para Montagues tidak diundang tentu saja, tapi Romeo merencanakan rencana untuk bisa melihat Rosaline; seorang gadis muda ia telah mengerucutkan. Dia menyamar dirinya dan menyelinap ke pesta. Begitu masuk, perhatian dicuri, bukan oleh Rosaline, tapi oleh 
Juliet. Romeo langsung jatuh cinta, tetapi kecewa ketika dia tahu bahwa Juliet adalah Capulet. Romeo Juliet pemberitahuan juga, tapi dia menyadari bahwa dia adalah anggota Montagues membenci.
Kemudian, setelah menemukan bahwa orang muda yang menarik perhatiannya adalah anggota dari keluarga musuh, Juliet keluar ke balkon untuk memberitahu bintang tentang cinta dia kuat tetapi dilarang. Pada saat yang sama, Romeo adalah bersembunyi di semak-semak di bawah ini. Ia overhears Juliet mengaku cintanya ke langit. Tidak lagi mampu mengendalikan perasaan yang kuat itu, Romeo mengungkapkan dirinya dan mengakui bahwa ia merasakan hal yang sama. Keesokan harinya, dengan bantuan teman Romeo Pastor Lawrence, Romeo dan Juliet secara diam-diam menikah.
Pada hari pernikahan, dua teman Romeo, Benvolio dan Mercutio, berjalan melalui jalan-jalan di Verona ketika mereka dihadapkan oleh sepupu Juliet, Tybalt. Tybalt adalah untuk mendapatkan Romeo untuk menerjang pesta Capulet begitu ia mulai bertengkar dengan teman-temannya. Romeo muncul, tetapi tidak mau melawan Tybalt karena ia tidak lagi memegang dendam terhadap keluarga Juliet. teman Romeo tidak bisa mengerti mengapa ia tidak akan membela dirinya sendiri sehingga langkah-langkah Mercutio untuk melakukan hal itu baginya. Sebuah swordfight dengan Tybalt berikut. Mercutio dibunuh. Untuk membalas kematian temannya, Romeo membunuh Tybalt, suatu tindakan yang akan penghargaan kebencian bahkan lebih dari keluarga Capulet. The Prince of Verona mengusir Romeo dan dia dipaksa untuk meninggalkan Juliet, yang hancur karena kehilangan cintanya. ayah Juliet, tidak tahu perkawinan putrinya, memutuskan untuk menikah dia seorang pemuda bernama Paris.
Dalam putus asa, berkonsultasi dengan Pastor Laurence Juliet. Dia menyarankan untuk setuju atas pernikahan ini, namun pada pagi hari pernikahan, dia akan minum ramuan yang dia mempersiapkan untuknya. Ramuan itu akan membuatnya terlihat seperti Juliet sudah mati dan dia akan dimasukkan ke dalam lemari besi penguburan Capulet. Lalu, Pastor akan mengirimkan Romeo untuk menyelamatkannya. Dia sebagai Pastor mengatakan dan disimpan ke dalam lemari besi oleh orang tua patah hati-nya.
Kabar buruk perjalanan cepat. Sebelum Pastor bisa mengatakan Romeo dari lelucon itu, Romeo mendengar dari orang lain bahwa ia Juliet tercinta sudah mati. Mengatasi kesedihan, Romeo membeli racun dan pergi ke kubur Juliet untuk mati di samping istrinya. Di pintu makam, Romeo dipaksa untuk melawan Paris, yang ia cepat membunuh. Tidak akan s atas dia dari bergabung dengan cintanya. Di dalam lemari besi, minuman Romeo racun dan Kes ta napas terakhir di samping tidurnya istri.
Beberapa saat kemudian, Juliet terbangun untuk melihat mayat suaminya. Dia belajar apa yang telah terjadi dari Pastor Laurence yang baru saja tiba dan diakses TKP. Dengan tidak ada alasan lagi untuk hidup, Juliet membunuh dirinya dengan belati Romeo. tragedi ini memiliki dampak yang luar biasa pada kedua Montagues sebuah d Capulets. Keluarga dirugikan begitu banyak oleh kematian n Childre mereka bahwa mereka setuju untuk tidak bertempur lagi.

Selasa, 25 Oktober 2011

THIS IS THE WAY I LOVE


This is the way I Love

with no contact,was also sent a message to ask you,and even just chat to say hello,I love you to stay away from you,not because I hate you,but because I want to take care of you and keep myself from seclusion the trap,I love to keep me and you,keep kesucianku and sanctity,maintain the honor and the honor,maintain the clarity of my heart and your heart,yes ......Here's how I love you,love you in my silence,because of my silence is proof of my love for you ..
and now,circumstances take me to task,so you can help hit me from the mistakes that I committed,although the charm to me has not recovered,not recovered ..
I can not deny,that every human being will inevitably feel the nature,including problems of interest to the opposite sex,then if it should be,for what if this heart I Tie not the person to whom the later,if the liver is very sensitive to the influence of self that have it when the heart is wrong in its management,
therefore,if I have to love the opposite sex is fitrahku as a human, then I'll try to love who will marry later,although I've never met him,because surely God would mempertemukanku with him,so that a futile effort will tend to diminish in scope fitrahku,Hopefully ..
If only God made me to marry a woman who is ordained by God to me,then for what I hope and spend my time to others,are not necessarily going to be my wife one day,while the heart is easily dominated by something else.
And I think my interest would suffice to spill my wife someday ..

O Allah, cleanse my heart for anyone who deserves only occupied it with keridhoanMu, he alone is enough I love because I do not want bad when I do wrong against me,amiiin ..

Kamis, 20 Oktober 2011

PELATIHAN TIM GERAK CEPAT FLU BURUNG (PDSR)


PELATIHAN TIM GERAK CEPAT FLU BURUNG (PDSR)

Jumat, 21 Oktober  2011 -
   
Gubernur Kalimantan Tengah  telah mengusulkan kepada Menteri Pertanian RI untuk menetapkan Provinsi Kalimantan Tengah bebas penyakit Flu Burung dan saat ini dalam proses pembahasan di Komisi Ahli Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner sebagaimana Surat Direktur Jenderal
Peternakan/Direktur Kesehatan Hewan. Salah satu usaha untuk mendukung upaya Pembebasan Penyakit Flu Burung di Kalimantan Tengah adalah mendeteksi dini kasus penyakit dengan melibatkan peran serta masyarakat. Kendala yang dihadapi selama ini antara lain terbatasnya tenaga teknis yang terlatih. Untuk itu Dinas Kehewanan dan Peternakan Provinsi Kalteng bekerjasama dengan Food and Agriculture Organization (FAO) mengadakan Pelatihan Tim Gerak Cepat Flu Burung (PDSR).Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada tanggal 19-20 Oktober 2011 di Aula Hotel Global Provinsi Kalteng Jln. Cilik riwut Palangkaraya. Pelatihan ini diikuti oleh 6 orang peserta yang berasal dari perwakilan 6 kab/kota se provinsi Kalteng.  Acara pelatihan ini merupakan kegiatan untuk pertama kali dilaksanakan di Indonesia, dimana Pemerintah Daerah (Provinsi Kalimantan Tengah) sebagai pihak penyelenggara utama yangmenanggung penuh biaya operasional pelatihan melalui dana APBD I, sementara FAOmembantu biaya trainer.
 Acara dibuka oleh Drh Supriyono yang mewakili  Kepala Dinas Pertanian Dan Peternakan Kalimantan Tengah.  Materi pelatihan disiapkan langsung oleh tim FAO yaitu Drh. Umi (Training Specialist); Drh. Ade. Sebagai Master Trainer serta Drh. Sjahrena Lubis sebagai Coordinator Management Unit (CMU) Departemen Pertanian RI. Materi dasar tahap I ini meliputi Pengenalan Konsep Komunitas, Mobilisasi Masyarakat, Partisipasi Masyarakat, Epidemiologi Partisipasif, Sistem Produksi Unggas di Indonesia, Pengetahuan Tradisional Veteriner, HPAI Indonesia, Participatory Surveillance Tools Kit, Penggunaan Global Positioning Syatem (GPS), Rapid Test, Kualitas Menajemen Unggas Yang Baik, Pelaporan Cepat Dan Respon Cepat, Bosecurity Personal, Materi Komunikasi Dan Demonstrasi, Dan Metode Pengisian Laporan/Form Data. Sedangkan materi lapangan meliputi penggunaan GPS, Penggunaan Rapid Test, Wawancara Informasi Desa dan Simulasi Pemakaian Alat Biosecurity Personal.